Home » Uncategorized » Kamera Perekam Kondisi Lalu Lintas

Kamera Perekam Kondisi Lalu Lintas

Twitter

Recent Followers

This blog has 60 nice blog followers. Thanks for your attention.


Dari kejauhan lampu lalu lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jack segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. Lampu berganti kuning.

Hati Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Sekitar 3 meter menjelang garis jalan lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.

Priiiit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati.

Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu kan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”

“Hai, Jack.” Tanpa senyum.

“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah.”

“Oh ya?” Tampaknya Bob agak ragu.

Nah, bagus kalau begitu. “Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat.”

“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kamera di pos kami sering merekam pelanggaran seperti yang kamu lakukan, melintasi lampu merah di persimpangan ini.”

Ooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi. “Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.” Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

“Ayo dong Jack. Aku melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu.”

Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya.

Beberapa saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya.

Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.

“Halo Jack, Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah.

Entah bagaimana, pengemudi itu hanya dihukum penjara selama 2 tahun. Begitu bebas ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada.

Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah..
Bob”

Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.

Sahabatku, tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.🙂

Posted from WordPress for Android


1 Comment

  1. Adam Zindy says:

    Adam Fatchurrahman Zindi
    @afzindy

    menurut saya, benar apa yg telah dilakukan oleh Bob ( seorang polisi ) karna jack (pengendara) telah melakukan kesalahan, bob hanya profesional dalam bekerja, tetapi tetap seorang sahabat akan selalu ingat pada sahabatnya, dan melindungi sahabatnya agar tidak melakukan kesalahan dalam mengendarai kendaraan yang menimpa Bob hingga anak satu satunya harus pergi selamanya. dan benar apa yang dikatakan tadi bahwa tak selamanya pengertian kita itu sama dengan orang lain, jadi pesan dari artikel ini menurut saya adalah lakukan lah yang terbaik dalam hidup ini, agar kita dapat berhati hati dalam menjalani hidup ini, agar tidak melakukan kesalahan yang membuat kita menyesal nantinya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Alexa Traffic Ranks (April 2014)

Blog Stats

  • 135,394 hits

On The Spot

A shark attack, a 2D animation made by a specialneed student. :) #specialneed #autism #animation #2D #shark The underwater cars, designed by a specialneed student. :) #graphic #design #photoshop #underwater

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email. Thank you.

Join 1,266 other followers