Home » Uncategorized » Proses Pre-Production Proyek Multimedia

Proses Pre-Production Proyek Multimedia

Twitter

Recent Followers

This blog has 60 nice blog followers. Thanks for your attention.


Artikel kali ini akan menjelaskan secara singkat proses yang sangat menentukan keberhasilan proyek multimedia, yaitu proses Pre-Production. Alur proses produksi proyek multimedia umumnya sebagai berikut:

Tahap Pengembangan Proyek Multimedia

Tahap Pengembangan Proyek Multimedia

Pada umumnya tahapan Pre-Production akan menyita waktu yang lama bahkan perbandingannya bisa mencapai 75 % dari seluruh waktu. Nah, berikut ini ada diagram alir proses Pre-Production:

Pre Production

Pre Production

Proses kerja di Pre-Production adalah menentukan ide cerita kemudian membuat sketsa beberapa adegan penting ke dalam bentuk naskah cerita. Lalu dibuat storyboard untuk menerjemahkan naskah menjadi cerita yang lebih mendetail. Pada proses selanjutnya dibuatlah karakter tokoh dan background awal. Setelah itu lalu membuat keyframe.

Test Shot, yaitu sebuah rangkaian pendek gambar yang di-render dengan full color untuk memastikan teknik pergerakan dan rendering-nya sesuai rencana.

Sebelum proses cells animation sendiri dimulai, dibutuhkan konsep cerita yang harus dibuat dalam bentuk narasi.

Beberapa elemen yang perlu dipertimbangkan dalam proses Pre-Production adalah:

  1. Apa tujuan dan pesan yang ingin disanpaikan? Dan apa essensinya?
  2. Siapa pemirsa yang menjadi target? Siapa yang akan menjadi pengguna akhir dari karya ini? Seperti apa platform media pemutaran multimedia mereka?
  3. Apa keinginan klien?
  4. Proyek ini adalah re-design atau new project?
  5. Apakah sarana dan prasarana yang menunjang untuk pembuatan proyek telah terpenuhi?
  6. Menginventarisir perangkat lunak yang dibutuhkan.
  7. Menginventarisir orang yang terlibat serta pembagian tanggung jawabnya.
  8. Membuat jadwal kerja.
  9. Merencanakan biaya yang dibutuhkan.
  10. Merencanakan distribusi hasil kerja.
  11. Merencanakan adanya update hasil kerja sesuai evaluasi.

 

Dari berbagai sumber.


2 Comments

  1. Pinky Sary says:

    Mengapa saat proses pre-production kita melakukan perjanjian tertulis dgn klien

    Like

    • iMultimedia says:

      Terima kasih sudah memberikan komentar.

      Dalam proses briefing dengan klien (mereka sebelumnya sudah tahu kapabilitas & portofolio kita tentunya), biasanya kita diberitahu tujuan mereka. Nah, ketika kita sudah paham dengan tujuannya & mereka sudah memberikan akses/materi pada kita, Saat itulah kita mengajukan proposal harga ide dan konsep serta eksekusi proyek yang akan kita kerjakan.

      Saat pre-production, perjanjian yang kita lakukan hanya menekankan kembali bahwa materi pre-production adalah hak klien serta hal-hal lain terkait penggunaan materi pre-production tersebut. Perjanjian ini sebenarnya bisa tertuang di perjanjian kontrak kerja diawal, sebelum masuk pre-production.

      Jika terkait project web development, perjanjian pre-production ini terkait penggunaan foto dan data klien serta masalah perencanaan script dan web hosting.

      Semoga bisa membantu.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Alexa Traffic Ranks (April 2014)

Blog Stats

  • 135,365 hits

On The Spot

A shark attack, a 2D animation made by a specialneed student. :) #specialneed #autism #animation #2D #shark The underwater cars, designed by a specialneed student. :) #graphic #design #photoshop #underwater

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email. Thank you.

Join 1,266 other followers

%d bloggers like this: