Home » Uncategorized » Praktisi vs Akademisi

Praktisi vs Akademisi

Twitter

Recent Followers

This blog has 60 nice blog followers. Thanks for your attention.


Namanya akademisi dan praktisi itu pastinya berbeda. Akademisi mintanya detail dan runtut, sementara praktisi mintanya praktis dan tidak ribet. Akademisi mintanya harus jelas asal-muasal sebuah kesimpulan, praktisi tidak terlalu meminta itu.

Perbedaan “sudut pandang” dari keduanya sangat mungkin untuk menghasilkan “perdebatan yang tidak perlu”. Padahal kalau dua-duanya mau berpikir dingin sejenak dan mau mengakui posisi masing-masing, keduanya bisa berpadu untuk
menghasilkan “sesuatu” yang sangat
besar nilainya.

Agar keduanya bisa berpadu, maka dibutuhkanlah penengah yang bisa mempertemukan dua pihak tersebut. Tentunya, si penengah ini harus tahu benar dengan siapa dia sedang berdiskusi. Saat berdiskusi dengan akademisi, maka dia harus runtut dan detail dalam mengutarakan sesuatu. Tak lupa dia harus menyertakan referensi-referensi.

Saat berdiskusi dengan praktisi, si penengah harus bisa menjelaskan sesuatu dengan simple, tidak ribet, cepat dan mudah dimengerti karena memang praktisi maunya
seperti itu.

Disadur dari sebuah blog.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Alexa Traffic Ranks (April 2014)

Blog Stats

  • 179,718 hits

On The Spot

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email. Thank you.

Join 1,301 other followers